Alalak (MAN 2
Barito Kuala) – Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak
banjir di wilayah Jejangkit, Mandastana, dan sekitarnya, MAN 2 Barito Kuala
melaksanakan kegiatan Penggalangan Dana Peduli Banjir.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh OSIM, PMR, dan Ambalan MAN 2 Barito Kuala
dengan mengusung tema “MAN 2 Barito Kuala Peduli”. Penggalangan dana
dilaksanakan selama tiga hari, yakni pada 19 s.d 21 Januari 2026, yang tersebar di
lima titik lokasi, yaitu Jembatan Desa Pulau Sugara, Pasar Tungging, Simpang
Empat Berangas, Jembatan Barito, dan Jembatan Alalak.
Kegiatan ini
berada di bawah arahan Kepala Madrasah MAN 2 Barito Kuala, Rosmawardi,
S.Pd. Selama pelaksanaan penggalangan dana hingga penyaluran bantuan, peserta
didik didampingi langsung oleh para guru, yaitu Wahyuni, S.Pd., Wisnu Pramudyo HS, S.Or., Abda’i Ratomi, S.Pd.I, Haji. Aisyah, S.Pd., dan Marlina, S.Pd.,
M.Pd., guna memastikan kegiatan berjalan tertib, aman, dan tepat sasaran.
Dana yang berhasil dikumpulkan kemudian diwujudkan dalam bantuan berupa
paket sembako. Kegiatan penyaluran bantuan dipimpin langsung oleh Kepala
Madrasah MAN 2 Barito Kuala, Rosmawardi, S.Pd., sebagai bentuk dukungan
penuh terhadap kegiatan sosial peserta didik dan dilaksanakan pada Kamis (22/01/26) kepada masyarakat terdampak banjir.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Madrasah MAN 2 Barito Kuala, Rosmawardi, S.Pd., menyampaikan, “Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan empati keluarga besar MAN 2 Barito Kuala terhadap masyarakat yang terdampak banjir. Kami berharap bantuan berupa sembako ini dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita serta menjadi sarana pembelajaran karakter kepedulian sosial bagi peserta didik.” ujarnya
Melalui kegiatan penggalangan dan penyaluran bantuan sosial ini, MAN 2
Barito Kuala berkomitmen untuk terus menumbuhkan nilai empati, kepedulian
sosial, serta semangat gotong royong di kalangan peserta didik. Kegiatan ini
merupakan bagian dari penguatan Asta Protas Kementerian Agama Republik
Indonesia di lingkungan madrasah, sebagai bentuk kesiapan madrasah dalam
mendukung dan menyukseskan program prioritas “Pendidikan Unggul, Ramah, dan
Terintegrasi.”
Kegiatan sosial ini sekaligus menjadi sarana pembelajaran karakter bagi peserta didik dalam membangun sikap peduli, tanggung jawab sosial, dan kepekaan terhadap kondisi masyarakat. Dengan demikian, madrasah diharapkan mampu berperan aktif tidak hanya dalam penguatan akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter peserta didik yang berakhlak mulia dan berwawasan kebangsaan.
(Ref/Ft:Rifa/Khadijah)