Marabahan (MAN
1 Barito Kuala) – Suasana Pesantren Ramadhan 1447 H di MAN 1 Barito Kuala
semakin terasa khidmat dan penuh makna dengan hadirnya tausiyah yang
disampaikan oleh Ustadz Abdul Qadar, S.Pd. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu
(25/02/26) diikuti oleh seluruh peserta didik ini menjadi momentum penting
untuk memperdalam pemahaman tentang keutamaan menuntut ilmu serta hakikat puasa
sebagaimana dijelaskan dalam kitab Bidayah al-Hidayah karya Imam Al-Ghazali.
Dengan penuh ketenangan dan perhatian, para siswa menyimak setiap nasihat yang
disampaikan, menjadikan suasana madrasah semakin kuat dengan nilai-nilai
keilmuan dan spiritualitas yang mendalam.
Dalam
tausiyahnya, Ustadz Abdul Qadar, S.Pd., menegaskan bahwa amal yang paling
afdhal adalah menuntut ilmu. Beliau menjelaskan bahwa dalam pandangan Imam
Al-Ghazali, orang yang bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu akan mendapatkan
kemuliaan besar di sisi Allah SWT, bahkan di akhirat kelak akan dibangunkan
kota sebagai balasan atas kesungguhan tersebut. Penjelasan ini menjadi motivasi
kuat bagi peserta didik untuk memandang belajar bukan sekadar kewajiban
akademik, tetapi sebagai ibadah yang bernilai tinggi. Beliau juga mengingatkan
bahwa bulan Ramadhan adalah bulan dilipatgandakannya pahala ibadah wajib
dibalas hingga tujuh puluh kali lipat, sedangkan ibadah sunnah diberi pahala
seperti ibadah wajib sehingga setiap detik Ramadhan hendaknya dimanfaatkan
dengan memperbanyak amal kebaikan.
Selain itu,
beliau memaparkan sembilan hal yang membatalkan puasa, mulai dari memasukkan
sesuatu ke dalam rongga tubuh, muntah dengan sengaja, keluar mani dengan
sengaja, haid, nifas, melahirkan, hubungan suami istri, hilang akal (sedangkan
pingsan sebentar tidak membatalkan), hingga murtad. Penjelasan tersebut
disampaikan secara runtut agar peserta didik memahami batasan-batasan syariat
dengan benar dan mampu menjaga puasanya secara lahir maupun batin. Ustadz Abdul
Qadar juga menguraikan tingkatan puasa: puasa orang awam yang menahan diri dari
makan dan minum; puasa orang khawwas yang menjaga anggota tubuh dari dosa;
serta puasa khawassul khawwas yang menjaga hati agar hanya tertuju kepada Allah
SWT.
Melalui
kegiatan ini, MAN 1 Barito Kuala kembali menegaskan komitmennya menjadikan
Pesantren Ramadhan sebagai ruang pembinaan iman dan ilmu secara seimbang.
Tausiyah ini bukan hanya menambah wawasan keagamaan, tetapi juga menguatkan
semangat peserta didik untuk menjadikan Ramadhan sebagai madrasah pembentukan
karakter, kedisiplinan, serta ketakwaan yang lebih mendalam.
Penulis : isda
Dokumentasi : yhy