Tamban (MTsN
6 Batola) - Dalam rangka mentransformasi peran pendidik dari sekadar
pengajar menjadi fasilitator yang menanamkan nilai-nilai karakter (cinta
Allah dan Rasul, diri, sesama, lingkungan) melalui pembelajaran bermakna,
reflektif, dan menyenangkan. MTsN 6 Batola melaksanakan sosialisasi
Implementasi pembelajaran mendalam KBC dan Ekoteologi, Jumat (30/01/26) di aula
MTsN 6 Batola.
Kepala
Madrasah (Kamad) MTsN 6 Batola Gusti Akhmad Gajali, S,Pd.I sebelum membuka
acara, dalam sambutannya menyampaikan
terima kasih kepada semua panitia pelaksana yang membantu pelaksanaan
sosialisasi Implementasi Pembelajaran KBC dan Ekoteologi.
“Terima kasih
kepada seluruh tenaga pendidik dan kependidikan MTsN 6 Batola sebagai panitia
pelaksana kegiatan sosialisasi Implementasi pembelajaran mendalam KBC dan
Ekoteologi, semoga berjalan dengan lancar,” kata Gusti.
Lebih lanjut
kata Gusti, saya mengucapkan terima kasih banyak kepada pengawas dari
Kementerian Agama Kabupaten Barito Kuala Abd Basid, S.Ag, M.Pd.I yang hadir
pada pelaksanaan sosialisasi Implementasi pembelajaran mendalam KBC dan
Ekoteologi dan terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir dari MTs Binaan
MTsN 6 Batola dalam mengikuti kegiatan ini, serta menjalin silaturrahmi dengan
guru-guru berbagai mata Pelajaran.
“Semoga
kegiatan sosialisasi Implementasi pembelajaran mendalam KBC dan Ekoteologi pada
hari ini menambah ilmu dan pengetahuan sehingga bisa dilaksanakan oleh
guru-guru di MTs masing-masing, “harap Gusti.
Katanya lagi,
narasumber acara sosialisasi Implementasi pembelajaran mendalam KBC dan
Ekoteologi wakil Kepala Madrasah Kurikulum yang juga Fasilitator Daerah (Fasda)
Kabupaten Barito Kuala, Rudi Hartono Ahli Siddiq, M.Pd.
“Terima kasih
kepada narasumber yang memberikan ilmu tentang Implementasi pembelajaran
mendalam KBC dan Ekoteologi yang memang bermanfaat bagi guru-guru,” pungkas
Gusti.
Pengawas Abd
Basid, S.Ag, M. Pd.I dalam sambutannya menyampaikan pentingnya pelaksanaan
Kurikulum Merdeka dan kurikulum berbasis cinta yang menjadi program Kementerian
Agama. Dalam pelaksanaan kurikulum Merdeka ada koordinator karena Implementasi
kurmer ini bukan saja pembelajaran intrakurikuler karena ada 4 dimensi yang
harus dilaksanakanan pertama pembelajaran intrakurikulur yang sudah terjadwal,
kedua pembelajaran kokurikuler, ketiga pembelajaran ekstrakurikuler dan ke
empat budaya Iklim.
“Keempat
dimensi ini harus bersinergi dan tidak boleh pincang, guru yang turut mengajar
kokurikuler di hargai jam mengajarnya, begitu juga kegiatan ekstrakurikuler,
juga budaya iklim yakni kebiasaan yang diterapkan sekolah, misal awal masuk
sekolah membaca yasin, aqidatul awwam dan lain-lain, semua harus bersinergi ,”
terang Basid.
Rudi sebagai
narasumber menyampaikan materi terkait
KBC secara praktik langsung membuat Rencana Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) kepada semua peserta yang
hadir dengan mengisi lembar format desain RPP sesuai regulasi SK Badan Standar
Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKP) Kementerian Pendidikan Dasar dan
Menengah (Kemendikdasmen) nomor
046/H/KR/2025 dan Pembelajaran mendalam berbasis KBC sesuai dengan KMA Nomor 1503 Tahun 2025
Tanggal 20 September 2025 dan pedoman KBC Dirjend Pendis Nomor 6077 Tahun 2025
Tanggal 22 Juli 2025.
“Semoga
sosialisasi ini menjadi bekal untuk mengimplementasikan pembejaran di kelas,”
harap Rudi Wakamad Kurikulum MTsN 6
Batola.
Ketua Panitia
Drs. Nor Effendi menyampaikan jumlah peserta yang hadir mengikuti sosialisasi
Implementasi pembelajaran KBC sebanyak 46 orang terdiri dari 3 Kecamatan, yakni
Tamban, Mekarsari dan Tabunganen. (Rep/Ft:H.Suriyadi)
Semoga MTsN 6 Batola makin sukses dan maju
BalasHapusMaju dan jaya selalu MTsN 6 Batola
BalasHapusGood Job
BalasHapus